Phillip Rekdale; Re: Toni Setyawan:
"Sepertinya anda anti teknologi untuk pendidikan ya?"
Kalau anda membaca artikel-artikel saya dari tahun 1998-2000, misalnya http://e-pendidikan.com/comp.html anda dapat melihat bahwa saya sangat pro-teknologi.
Tetapi pada tahun 2000 kelihatannya banyak bisinis komunikasi di Indonesia mulai mengerti besarnya pasar pendidikan dan sejak itu pendidikan sudah menjadi korban terus dari retorika yang sering ketinggalan zaman (seperti product dumping), tetapi oleh bisnis di negara kita sendiri.
Misalnya banyak sekolah yang coba e-learning di classroom 10 tahun yang lalu di luar negeri sudah cabut komputernya karena kurang efektif, pemiliharaannya mahal, dan sangat perlu tenaga ahli untuk mengurus terus.
Pada tahun 2001 saya mulai merasa wajib untuk membela pendidikan kita dari retorikanya, maupun mereka yang mendorong teknologi yang hanya menguntungkan bisnis dan akhirnya merugikan masyarakat, maupun masyarakat yang kurang mampu.
Re: "Satelit untuk pendidikan"
Di Australia saya kenal dengan isu-isu menggunakan satelit untuk pendidikan pada tahun 1993 di Queensland.
Saran saya - Pikiiiiiiiir laaaaaama dulu!
Masalahnya kita bukan cara menyampaikan bahan pembelajaran, tetapi cara mengajar dan mutunya bahan pembelajaran (maupun kurikulum) yang sesuai dengan kebutuhan siswa-siswi kita. Apa lagi sistem penilaian.
http://teknologipendidikan.com/solusi.html
"Bambang Sudibyo: adanya fasilitas ICT akan mampu memperbaiki akses pendidikan yang bermutu, yang selama ini sulit diakses oleh mereka yang bermukim di kawasan terpencil." (Ref: "Dana Pendidikan 11,2 % Mampu Bangun Jardiknas")
"Pendidikan yang bermutu" yang mana? Berhasil? - "5 Tahun Bekerja, Depdiknas Dinilai Gagal!"
Padahal "Jumlah ruang kelas (SD dan SMP) rusak berat juga meningkat, dari 640,660 ruang kelas (2000-2004 meningkat 15,5 persen menjadi 739,741 (2004-2008)." Ref: ICW: Analisis 5 Tahun Pemberantasan Korupsi Pendidikan (2004-2009)
Kelihatannya kita hanya mundur saja!
Mohon membaca http://TeknologiPendidikan.Com dan
http://Pendidikan.Net dengan mata yang terbuka.
"Pendidikan: Kapan Kita Akan Mulai Mengatasi Lima Hal Utama?" (Phillip Rekdale)
Memberantas korupsi di bidang pendidikan yang sangat memalukan dan membunuh semua harapan kita untuk maju - "Korupsi terjadi di semua tingkatan dari Depdiknas, dinas pendidikan, hingga sekolah" (ICW) "Dinas pendidikan telah menjadi institusi paling korup dan menjadi isntitusi penyumbang koruptor pendidikan terbesar dibanding dengan institusi lainnya." ICW: Analisis 5 Tahun Pemberantasan Korupsi Pendidikan (2004-2009). Depdiknas Harus Mulai Akuntabel Ke Rakyat... "Jangan dinilai gagal terus!"
Ref: http://PojokAntiKorupsi.Com.
Meningkatkan semua sekolah yang rusak dan ambruk ke Standar Nasional yang lengkap dengan sarana/prasarana supaya aman, nyaman, dan kondusif untuk "semua pelajar" - "Puluhan ribu sekolah dalam keadaan rusak atau ambruk termasuk 70% sekolah di DKI Jakarta - Di Jakarta Saja, 179 Sekolah Tidak Layak Pakai! - Hampir 80% Gedung Sekolah di Pesawaran Rusak, dll","Jumlah ruang kelas (SD dan SMP) rusak berat juga meningkat, dari 640,660 ruang kelas (2000-2004 meningkat 15,5 persen menjadi 739,741 (2004-2008)." (ICW) - Kelihatannya makin lama makin banyak sekolah yang rusak!
Ref: http://Ambruk.Com
Mengimplementasikan PAKEM (Pembelajaran Kontekstual) di semua sekolah supaya standar pembelajaran kita sesuai dan kompetitif dengan negara lain. Kapan kita akan menghadapi isu-isu yang terbukti meningkatkan mutu pendidikan? Pendidikan Yang Terbaik Masih Adalah: Pendidikan Berbasis-Guru yang Mampu dan Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, dengan Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa-Siswi dan "Well Balanced" (seimbang, dengan banyak macam keterampilan termasuk teknologi), yang Diimplementasikan secara PAKEM. ("Mampu" termasuk Kreatif)
Ref: http://pendidikan.net/pakem.html
Menggunakan Teknologi Tepat Guna yang terbaik, terjangkau dan sangat meningkatkan kreativitas siswa-siswi maupun kreativitas guru (seperti di negara maju). Dengan rasio: "Sekarang Satu Komputer Untuk 2.000 Siswa" dan "dari jumlah total yang mencapai 200.000 sekolah, sekitar 182.500 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Indonesia belum terakses internet". Jelas TIK (ICT) bukan solusinya, kan? Dan Internet bagaimana.....?
Komputer-komputer yang ada di sekolah-sekolah umum masih jauh dari cukup untuk belajar Ilmu Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) secara nasional (Satu Komputer Untuk 2.000 Siswa), apa lagi menggunakan TIK untuk E-Learning. Target Depdiknas adalah computer 1: 20 siswa pada tahun 2015 (baru cukup untuk mengajar mata pelajaran TIK, kan? - E-Learning kapan 2020, 2025?)
Ref: http://teknologipendidikan.com/solusi.html
Maupun E-Learning dapat membunuh kreativitas anak-anak kita! Sebetulnya ada banyak sekali isu (kebanayan terkait dengan "human issues and the importance of self-expression, free discussion, peer learning, dan benefits of group learning").
Satu lagi Isu Penting: "Internet Belum Dimanfaatkan Secara Positif Oleh Pelajar"
"PADANG--MI: Pakar pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. DR. Nurtain mengatakan kini banyak pelajar dan mahasiswa yang tidak memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi internet untuk hal-hal positif namun lebih cenderung hanya untuk menghabiskan waktu dan hal yang tidak bermanfaat."
Maupun hanya ada sangat sedikit informasi yang dalam bahasa Indonesia. Tanpa bahasa Inggris anak-anak kita adalah buta kepada informasi global, jadi manfaatnya Internet untuk anak-anak kita adalah sangat terbatas. Bahasa Inggris Adalah Kunci Untuk Pintu Ke Globalisasi Maupun Lapangan Kerja Luas.
Ada Produk Teknologi Yang Dapat Membuat Revolusi Di Bidang Pendidikan Di Seluruh Indonesia. Sekarang kita dapat belajar di manapun, di kota besar, di kota kecil, di desa, maupun di becak. Relatif kecil dan dapat masuk tas anda jadi dapat dibawa ke mana saja. Anda hanya perlu mempunyai niat belajar dan anda dapat belajar tanpa batas. Tidak perlu koneksi ke listrik dan battery dijaminkan selama hidup (katanya). Juga tidak kena ongkos layanan (Internet atau Hanfon). Tidak memakan pulsa jadi kalau anda tidur dan lupa mematikan alat revolusi pendidikan ini tidak akan kena ongkos. Alat ini juga dapat dipakai di seluruh dunia tanpa koneksi khusus. Alat revolusi ini dapat dibeli di toko dekat anda sekarang dan dapat digunakan secara langsung... dan dapat belajar sambil pulang! Ayo Beli Sekarang! Info Lengkap Di Sini.....
Ref: http://teknologipendidikan.com/si-tpers.html
[ Informasi Teknologi Pendidikan ]
Meningkatkan profesionalisme dan bertanggunjawaban guru untuk meningkatkan ilmu dan kemampuan mengajar sendiri - seperti guru profesional di negara lain. Guru adalah pelaksana pendidikan (dan paling penting) jadi kesejahteraan juga harus sesuai supaya tidak perlu "moonlighting" di tempat lain dan dapat fokus kepada tugasnya.
http://InovasiPendidikan.Net
Kalau lima (5) isu di atas sudah diatasi kita sudah mengarah ke pendidikan yang dapat disebut "Pendidikan Yang Bermutu".
Ref: http://teknologipendidikan.com/kbm.html
Phillip Rekdale
Salam Pendidikan
http://Pendidikan.Net
"Faktor-Faktor yang Menetapkan Efektivitas Sekolah"
[ Ikut Diskusi Kami Di Facebook ]
|